Peran Nahdlatul Ulama Dalam Pemberdayaan Pesantren Dibidang Sumber Daya Manusia
(Studi kasus di kabupaten Tanggamus)
DOI:
https://doi.org/10.58561/jkpi.v2i2.78Keywords:
NU, Pemberdayaan Pesantren, Sumber Daya ManusiaAbstract
NU adalah jamiyah Diniyah Islamiyah dan merupakan organisasi yang besar dan merupakan suatu wadah social islam yang tertua diindonesia dan pergerakanya dibidang social kemasyarakatan yang becirikan islam Aswaja. Pemberdayaan pesantren merupakan strategi yang dapat menambah sumber daya manusia dalam menjalani kehidupan.Sehingga nantinya dapat mengatasi permasalahan permasalahan yang akan dihadapi maupun yang sedang dihadapi. Dan orientasi NU sebagai jamiyah diniyah dan menjadi aspirasi segenap komitas nahdliyah yang pada hakikatnya merupakan cerminan sikap untuk dapat menjaga kebersamaan ditengan dunia yang semakin canggih ini, maka NU menopang cita cita besar dari tujuanya serta dapat meningkatkan kualitas kehidupan mereka baik secara pendidikan intelektual, social, kesehatan, ekonomi, maupun politik.
References
Ahdar Djamaluddin, “Filsafat Pendidikan,” Istiqra: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam 1, no. 2 (2014).
Ahmad Suriansyah, “Landasan Pendidikan” (COMDES, 2011)
AR Ahmad Muthohar, Idiologi Pendidikan Pesantren, ed. Zaenal Muammar Ramadhan, 1st ed. (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2007).
Aris Yuda Maful Ulum, “Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Mustabihul Ulum Desa Dawung Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri,” Jurnal Simki-Pedagogia 02, no. 02 (2018).
Djoko Suryo, “Tradisi Santri Dalam Historiografi Jawa: Pengaruh Islam Di Jawa,” in Seminar Pengaruh Islam Terhadap Budaya Jawa, 2000.
H. Mohamad Sobary, NU dan Keindonesiaan, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2010).
Hadari Nawawi, Manajemen Sumber Daya Manusia: Untuk Bisnis Yang Kompetitif, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2011),
Handoko, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: BPFE, 2003),
Happy susanto, Muhammad Muzaki, jurnal “Perubahan Perilaku Santri (Studi Kasus Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Di Desa Lengkap Kecmatan Besuki Kabupaten Situbondo)”, Ponorogo, Universitas Muhammadiyah, Vol 2 No 1, Juli-Desember, 2016.
Herman, “Sejarah Pesantren Di Indonesia,” Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan V 6, no. 2 (2013).
Ibrahim Bafadhol, “Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia,” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 11 (2017).
Imam Syafe’i, “Model Kurikulum Pesantren Salafiyah Dalam Perspektif Multikultural,” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 2 (2017).
lexy j. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung, 2017).
Mahdi, “Sejarah Dan Peran Pesantren Dalam Pendidikan Di Indonesia.”
Mansur Hidayat, “Model Komunikasi Kyai Dengan Santri Di Pesantren”, Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Yogyakarta, Program pascasarjana Jurusan Interdisciplinary Islamic Studies, Konsentrasi Kajian Komunikasi Dan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga, Vol 2 No 6, Januari 2016.
Mokhamad Miptakhul Ulum, “Metode Membaca Kitab Kuning Antara Santri Dan Mahasiswa,” Islamic Review: Jurnal Riset Dan Kajian Keislaman 7, no. 2 (2018).
Muhammad Hasan et al., Landasan Pendidikan (Tahta Media Group, 2013).
Murniati A R Cut Fitriani and Nasir Usman, “Kompetensi Profesional Guru Dalam Pengelolaan Pembelajaran Di MTs Muhammadiyah Banda Aceh,” Jurnal Administrasi Pendidikan: Program Pascasarjana Unsyiah 5, no. 2 (2017).
Ulum, “Metode Membaca Kitab Kuning Antara Santri Dan Mahasiswa.”
Zaenal Khafidin and Hery Setiyatna, “Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren” (STAIN Surakarta, 2011).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Riyadul Falah, Muhammad Arwani, Erlin Wulandari, Ahmad Fairuz Zabadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








