Strategi Dakwah Terhadap Fenomena Fatherless Dalam Rumah Tangga : Studi Terhadap Kisah Nabi Ibrahim Perspektif Al-Qur’an

Authors

  • Diana Rahmi UIN Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.58561/jkpi.v2i2.88

Keywords:

Strategi Dakwah, Fenomena Fatherless, Nabi Ibrahim

Abstract

fokus penelitian artikel ini pada Strategi Dakwah Terhadap Fenomena Fatherless Dalam Rumah Tangga : Studi Terhadap Kisah Nabi Ibrahim Perspektif Al-Qur’an. Fokus bahasan pada ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan strategi dakwah Nabi Ibrahim terhadap fenomena fatherless perspektif al-Qur'an. Dalam mencari ayat-ayat yang membahas tentang kisah Nabi Ibrahim, penulis mendapatkan informasi, bahwa secara rinci kisahnya berada dalam tafsir dari surah Maryam ayat 41-49. Adapun kitab tafsir yang penulis gunakan, diantaranya: Tafsir al-Qurthubi, At-Thabari, Fathul Qadir, al-Azhar, Al-Munir. Adapun hasil penelitian meliputi 1. Pendapat ulama mengenai Qur’an surah maryam ayat 41-49  membuka kisah antara ayah yang kafir dengan seorang anak yang mukmin yakni Nabi Ibrahim dan ayahnya. Nabi Ibrahim mengajak ayahnya untuk berhenti menyembah berhala dan meyakini ajaran Allah SWT. Selain itu, Ibrahim juga khawatir kepada ayahnya yang nanti akan ditimpakan musibah oleh Allah SWT. Dalam segala usahanya menyeru secara lembut dengan panggilan kasih sayang, Ibrahim mendapatkan penolakan keras dari ayahnya, bahkan ayahnya juga mengusirnya dan mengancam akan merajamnya. Kegagalan Ibrahim dalam mengajak ayahnya untuk mengikuti ajarannya tidak membuatnya bertindak kasar, Ibrahim senantiasa melemparkan doa untuk ayahnya. 2) Karakteristik fatherless dari kisah Nabi Ibrahim merupakan kisah yang sebenarnya terjadi kembali di zaman ini. Namun, banyak yang tidak sadar bahwa sikap fatherless ini sudah digaungkan dalam al-Qur’an. Allah mengabadikan kisah ini ke dalam al-Qur’an yang seharusnya dapat dijadikan pelajaran bagi umat Islam. Karakteristik sikap yang dirasakan oleh Nabi Ibrahim seperti, ayah Nabi Ibrahim tidak mendengarkan pendapat anaknya secara tuntas, dialog antara Nabi Ibrahim dan ayahnya tidak terjadi secara baik dan hikmat bahkan menimbulkan perseteruan, Nabi Ibrahim tidak dibimbing dengan kasih sayang atau kelembutan, sebaliknya Ibrahim dimbimbing dengan amarah. Kemudian Nabi Ibrahim juga tidak mendapatkan waktu yang berkualitas dari ayahnya sehingga pendidikan yang di dapat terbatas. Nabi Ibrahim juga merasakan tidak mendapatkan pendidikan yang menanamkan tauhid. Dan terakhir Nabi Ibrahim mendapatkan pendidikan dan perlakuan yang keras bahkan kasar dari ayahnya.3) Strategi dakwah yang dilakukan Nabi Ibrahim terhadap ayahnya dari dialog Nabi Ibrahim dan ayahnya terlihat betapa hebatnya Ibrahim dalam menghadapi ayahnya. Mulai dari cara Ibrahim yang tetap kokoh dalam spiritualisme, kemudian tetap ber-akhlakul karimah dan birrul walidain. Hal inilah yang mampu Ibrahim lakukan dalam berhadapan dengan ayahnya yang akhirnya tidak mendapatkan hidayah dari Allah. Hemat penulis, strategi ini menjadikan Ibrahim menjadi kepala keluarga yang bijaksana, terlihat dari kedekatan antara dirinya dan anaknya. Maka dapat disimpulkan bahwa peran serta ayah dalam Islam yang dituangkan dalam ayat-ayat Al-quran telah mencapai tingkat yang lebih tinggi.

References

Abd Basir, Model Pendidikan Keluarga Qur’ani, (Banjarmasin: Antasari Press, 2015)

Abdul Aziz al-Huwaithan, 40 Hadits Seputar Pendidikan Anak, (Tangerang: Anak Teladan Digital Publishing, 2020)

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shohih al-Bukhari, (Beirut: Darr Ibnu Katsir,2002)

Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap, (Surabaya: Pustaka Progressif, 1984)

Ajahari, Ulumul Qur’an ( Ilmu-Ilmu Al Qur’an),

Al-Jauhari Mahmud Muhammad, Membangun Keluarga Qur’ani, (Jakarta: Penerbit Amzah, 2005),

Anshori, Ulumul Qur’an, (Jakarta: Rajawali Pers: 2013), cet I

Arie Rihardini Sundari dan Febi Herdajani, (2013), Dampak fatherless terhadap perkembangan psikologis anak. jurnal Prosiding Seminar Nasional Parenting, (Fakultas Psikologi Persada Indonesia YAI, 2013)

Daud Yahya, Nilai-nilai Pendidikan dalam al-Qur’an, (Banjarmasin: Aswaja Pressindo, 2015)

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’anul Karim Terjemah dan Tajwid, (Surakarta: az-Ziyadah, 2014)

Dewi Iriani, 101 Kesalahan dalam Mendidik Anak, (Jakarta: PT Elex Media Kpmputindo Kelompok Gramedia, 2014)

Elizabeth B. Hurlock, Child Development, terj. Med. Meitasari Tjandrasa, (Jakarta: Erlangga, t.t)

Ermida Simanjuntak, Psikologi Parenting, Connect atau Disconnect? Aktivitas literasi keluarga sebagai sarana pengasuhan untuk memperkuat komunikasi keluarga, (Yogayakarta: Bintang Semesta, 2021)

Faridah Idris, Membesarkan Anak Hebat dengan Susu Ibu, (Malaysia: PTS Millenia SDN, 2013),

Ibnu Jarir at-Thabari, Jami’ul Bayan ‘an Ta’wil Ayyil Qur’an, (Kairo: Hajru, 2001)

Ibrahim bin Fahd al-Wad’an, 8 Kaidah penting di Dsalam Mendidik Anak, (Tangerang: Anak Teladan Digital Publishing, 2020)

Koentjoningrat, Antopologi, (Jakarta: Pustaka Pelajar, 1996)

Mahoni, Kamus Inggris Indonesia Indonesia-Inggris, (tp)

Manna’ Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, (Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar: 2011), cet.V

Manna’ Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an,. cet.V,

Manna’ Khalil al-Qaththan, Mahabits fi Ulumul Quran, (tt: Masyurah al-Asyr: 1073)

Muallifah, Psycho Islamic Smart Parenting, (Yogyakarta: DIVA Press, 2009)

Nurhayani, Eksistensi Peran Ayah dalam Menyiapkan Generasi Muslim yang Shaleh, jurnal Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman(Medan: Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2020, Vol. III, No. 1)

Parenting Academy,Solusi Ampuh Mendidik Anak di Era Digital, (t.t)

Pusat Bahasa, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008)

Siti Maryam Munjiat, Pengaruh Fatherless Terhadap Karakter Anak dalam Perspektif Islam, dalam jurnal Pendidikan Islam, (Cirebon: Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, 2017, Vol. 2, No. 1)

Siti Fadjryana Fitroh, Dampak Fatherless Terhadap Prestasi Belajar Anak, (Universitas Trunojoyo Madura: Jurnal PG-PAUD Trunojoyo, Vol. 1, No. 2, 2014)

Sofyan S. Willis, Konseling Keluarga, (Bandung: Alfabeta, 2015)

Sri Lestari, Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012)

T.M. HasbiAsh-Shiddieqy, Ilmu-Ilmu Al-Qur’an,(Jakarta: Bulan Bintang: 1972)

Ulya, Berbagai Pendekatan Dalam Studi Al-Qur’an Penggunaan Ilmu-ilmu Sosial, Humaniora, dan Kebahasaan dalam Penafsiran Al-Qur’an,

Downloads

Published

21-07-2023

How to Cite

Rahmi, D. (2023). Strategi Dakwah Terhadap Fenomena Fatherless Dalam Rumah Tangga : Studi Terhadap Kisah Nabi Ibrahim Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 2(2), 144–167. https://doi.org/10.58561/jkpi.v2i2.88

Issue

Section

Articles