Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Upaya Mengembangkan Sikap Toleransi Santri Di Pondok Pesantren

Authors

  • Muhamad Asror Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'arif Kalirejo

DOI:

https://doi.org/10.58561/mindset.v1i1.26

Keywords:

Pendidikan multikultur, Sikap toleransi, Pondok pesantren

Abstract

Kondisi masyarakat Indonesia yang plural baik dari segi suku, ras, agama dan status sosial memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan dan dinamika dalam kehidupan berbangsa. Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Dalam hal imi, Pondok Pesantren dapat dijadikan altenatif dalam mentransformasikan nilai-nilai multikultural. Hal ini dikarenakan Pondok Pesantren memiliki semangat persaudaraan (ukhuwah) dalam interaksi antara sesama anggota pesantren. Kehidupan di pesantren diliputi suasana persaudaraan yang akrab, sehingga segala kesenangan dirasakan bersama, dengan jalinan perasaan keagamaan. Tidak ada penyekat yang memisahkan antara warga pesantren, walaupun mereka berbeda aliran, baik politik, sosial, dan ekonomi. Tesis ini berupaya mengkaji tentangpermasalahan yang dihadapai dalam implementasi pendidikan multikultural diPondok Pesantren, meliputi: materi yang diajarkan, metode yang digunakan dan interaksi di Pondok Pesantren. penelitian menggunakan penelitian kulitatif lapangan (fieldresearch), pengumpulan data menggunakan wawancara, dan analisa data menggunakan teknik analisa data kualitatif berdasarkan teori MilesandHuberman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu: data reduction, data display dan conclusion/verivication. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk Penddikan multikultural di Pondok Pesantren RiyadlatulUlum, Darul Ulum, dan Darussalamah di Kabupaten Lampung Timur dilakukan dalam bentuk penempatan santri yang berbeda latar belakang etnis, budaya, dan ekonomi dalam satu asrama yang heterogen. Kondisi tersebut memungkinkan santri memahami perbedaan budaya, dan bahasa, dan mendorong timbulnya rasa kebersamaan dan penerimaan terhadap santri lain. Materi pelajaran berbasis multikultural di Pondok Pesantren RiyadlatulUlum, DarulUlum dan Darussalamah dapat dilihat dari materi tentang ahlussunnahwaljama’ah (Aswaja), yang mengedepankan sikap tawasuth (moderat), i`tidal (proposional), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang). Selain itu materi yang berbasis multikultural dijarkan dengan menjelaksan tentang ayat dan Hadis yang menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah Islamiyyah, maupun ukhuwah basyariyyah. Metode pembelajaran yang diterapkan diantaranyabahtsulmasailfiqhiyyah, yaitu forum diskusi masalah-masalah fiqh. Diskusi semacam ini dapat menjadikan pembelajaran bagi santri agar dapat berisikap demokratis dan menghargai pendapat orang lain.Interaksi sosial  di Pondok Pesantren RiyadlatulUlum, DarulUlum dan Darussalamah menggambarkan komunitas yang plural, yang didasarkan pada nilai-nilai akhlakulkarimah. Melalui pendidikan pesantren yang multikultural, sikap dan pemikiran akan lebih terbuka untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya.

References

Abdul Mudjib Dan Jusuf Muzakkir, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2008), cet. Ke-1, h. 234

Abdur Rahman Assegaf, Filsafat Pendidikan Islam, Paradigma Baru Pendidikan Hadhari Berbasis Integratif- Interkorelatif, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), h. 310

Ahmad Muthohar dan Nurul Anam, Modernisasi Pendidikan Islam dan Pesantren,h . 204-205 Ahmad Muthohar dan Nurul Anam,Manifesto Modernisasi Pendidikan Islam Dan Pesantren., h. 203

Ali Maksum, Pluralisme dan Multikulturalisme Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia, (Malang: Aditya Media Publishing, 2011),. h.152

Andik Wahyun Muqoyyidin,Membangun Kesadaran Inklusifmultikultural Untuk Deradikalisasi Pendidikan Islam, Jurnal Pendidikan Islam :Volume I, Nomor 2, Desember 2012, h. 144

Ayu Olim dkk, Teori Antropolgi Pendidikan dalam Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, (Jakarta, Imperial Bhakti Utama, 2007), h. 253

Dadang Supardan, Pendidikan Multi Budaya dalam Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Bagian IV, (Jakarta: IMTIMA, 2007), cet ke-2, h. 39

Dadang Supardan, Pendidikan Multi Budaya. h. 42

H.A.R. Tilaar, Kekuasaan dan Pendidikan, Manajemen Pendidikan Nasional dalam Pusaran kekuasaan,

(Jakarta: Rineka Cipta, 2009), cet ke-1, h. 210

H.A.R. Tilaar, Multikulturalisme tantangan-tantangan Global Masa depan dalam Transformasi Nasional, (Jakarta: Gramedia, 2004), h. 82

Hasbullah, Otonomi Pendidikan Kebijakan Otonomi Daerah Dan Implikasinya Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan , (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), h. 166

Lihat Zakiyuddin Baidhawi, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural., h., 82

Listiyono Santoso, et.al, Pendidikan Multikultural Dalam Tradisi Pesantren di Yogyakarta, h. 126 Undang-undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 Pasal 4

Zakiyuddin Baidhawi, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural ( Jakarta : Penerbit Erlangga: 2005 ) h., 77 Zakiyuddin Baidhawi, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural. h.,8

Zakiyuddin Baidhawi, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural.,h. 9

Downloads

Published

2022-03-11

How to Cite

Asror, M. (2022). Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Upaya Mengembangkan Sikap Toleransi Santri Di Pondok Pesantren. MindSet : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 42–53. https://doi.org/10.58561/mindset.v1i1.26

Issue

Section

Articles