Kaidah - Kaidah Kebahasaan Dan Aplikasinya Dalam Menafsirkan Al-Qur’an

Authors

  • Rahmat Dani UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • Kadar M. Yusuf UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • Alwizar Alwizar UIN Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.58561/jkpi.v3i1.94

Keywords:

Kaidah Bahasa, Tafsir, Al-Qur’an

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kaidah-kaidah yang perlu dipahami dalam menafsirkan Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka. Kaidah tafsir merupakan alat seorang mufassir dalam memahami makna Al-Qur’an. Kaidah Tafsir juga erat kaitannya dengan kaidah bahasa arab yang menjadi salah satu pondasi dalam menafsirkan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, penguasaan kaidah kebahasaan sangat diperlukan dalam menafsirkan Al-Qur’an agar makna dari ayat Al-Qur’an tidak salah arti. Ada beberapa kaidah-kaidah kebahasaan dalam menafsirkan Al-Qur’an yang perlu diperhatikan dengan baik, diantaranya: Isim Dhamir, Nakirah dan Ma’rifah, Pengulangan Kata, Soal dan Jawab, Jumlah Syartiyah. Kaidah-kaidah kebahasaaan dalam menafsirkan Al-Qur’an yang disebutkan diatas merupakan kaidah secara ringkas yang perlu dikuasai oleh seorang mufassir ketika hendak menafsirkan Al-Qur’an.

References

Al-gifari, Abu Dzar. “Nakirah dan Ma ‘Rifah Fii Al-Qur’an.” Jurnal Shaut Al-Arabiyah 10 No. 1 (2022).

Al-Qaththan, Syaikh Manna’. Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an. Pustaka Al-Kautsar, 2011.

Baidan, Nashruddin. Wawasan Baru Ilmu Tafsir. Jakarta: Pustaka Pelajar, 2011.

Hamka, Zainuddin. “Kaidah-Kaidah Tafsir yang Berhubungan dengan Amr (Perintah) dan Nahy (Larangan) di dalam Al-Qur’an.” Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 3 No. 2 (2017): 178–89.

Haryono. “Kaidah-Kaidah Tafsir dan Aplikasinya dalam Penafsiran Ayat.” Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 6 No. 2 (2021): 195–216.

Idrus. “KAIDAH-KAIDAH TAFSIR.” Jurnal Al-Ashriyyah 6 No. 2 (2020): 137–46.

Ilyas, Hamka. “Al-Nakirah wa al-Ma’rifah.” Jurnal Shaut Al-Arabiyah 3 No. 2 (2015): 7–15.

Jannah, Saddal. “HUKUM DAN KEDUDUKAN NAKIRAH DAN MAKRIFAH DALAM AL QURAN.” Al-MUALLAQAT 1 No. 1 (2021): 22–37.

Kamalia. “Pronomina (Isim Dhamir (Atau Kata Ganti Dalam Bahasa Arab (Tinjauan Gender).” Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen 7 No. 2 (2019): 62–79.

Kawakip, Ahmad Nurul. “Kaidah kebahasaan dalam memahami al-Qur’an.” Religia 14 No. 1 (2011): 45–55.

Khalid, M. Rusydi. “Kaidah-Kaidah Untuk Menafsirkan Al-Quran.” Jurnal al-Hikmah 13 No. 1 (2012): 59–82.

Mutakin, Ali. “KEDUDUKAN KAIDAH KEBAHASAAN DALAM KAJIAN TAFSIR.” Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir 1 No. 2 (2016): 79–90.

Nur, Jabal. “QAWA’ID AL-TAFSIR HUBUNGANNYA DENGAN BAHASA ARAB.” At Ta’dib 6 No. 2 (2013): 19–29.

Sukamto. Tata Bahasa Arab Sistematis (Pendekatan Baru Mempelajari Tata Bahasa Arab). Yogyakarta: Nurma Media Idea, 2007.

Yusuf, Kadar M, dan Alwizar. Kaidah Tafsir Al-Qur’an. Jakarta: Amzah, 2020.

Downloads

Published

03-01-2024

How to Cite

Dani, R., M. Yusuf, K., & Alwizar, A. (2024). Kaidah - Kaidah Kebahasaan Dan Aplikasinya Dalam Menafsirkan Al-Qur’an. Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.58561/jkpi.v3i1.94

Issue

Section

Articles